5 Hal Tidak Seharusnya Kamu Lakukan Ketika Belajar Berbicara Bahasa Inggris
Daftar Isi
![]() |
ilustrasi belajar bahasa Inggris (pexels.com/Julia M Cameron) |
Di era perkembangan zaman seperti sekarang, banyak kita ketahui bahwa kemampuan berbicara bahasa inggris atau speaking English membawa sejumlah manfaat. Dengan mahir berbicara bahasa inggris, kamu akan membuka banyak kesempatan berharga seperti pertukaran pelajar, kesempatan bekerja di lingkup global, promosi karir, dan sebagainya.
Kemampuan berbicara bahasa Inggris yang baik seakan menjadi kebutuhan tersendiri yang harus diusahakan. Namun, tentu sebelum kamu memulai belajar, ada baiknya kamu tahu terlebih dahulu apa saja yang tidak seharusnya kamu lakukan selama belajar.
Hal ini untuk mencegah sesuatu yang bisa saja akan menghambat progresmu dalam belajar. Berikut adalah 5 hal yang tidak seharusnya kamu lakukan ketika belajar berbicara bahasa Inggris. Simak terus!
1. Terlalu Khawatir dengan Tata Bahasa (Grammar)
![]() |
ilustrasi mengkhawatirkan grammar (pexels.com/Mikhail Nilov) |
Saat awal belajar berbicara bahasa Inggris, kamu perlu tahu bahwa ketepatan grammar adalah urutan kesekian. Bukan berarti grammar tidak penting, tapi ketika di awal proses belajar kamu terlalu mengkhawatirkan grammar, itu akan menghambatmu dalam berbicara.
Terlalu memikirkan grammar saat berbicara akan membuatmu berulang kali mengoreksi ucapan bahasa Inggrismu yang sebenarnya oleh penutur asli bahasa Inggris, kesalahan tersebut bisa dimaklumi selama mereka bisa memahaminya. Inti dari komunikasi adalah pemahaman.
Pada tahap awal belajar sangatlah tidak apa-apa melakukan kesalahan grammar. Lambat laun, ketika kamu sudah lebih lancar dalam berbicara, kamu bisa lebih memperhatikan grammar untuk penguasaan berbicara bahasa Inggris yang lebih baik.
2. Terlalu Khawatir di-Judge “Sok Inggris”
![]() |
ilustrasi di-judge orang lain (pexels.com/Yan Krukau) |
Salah satu hal yang amat mengganggu ketika belajar berbicara bahasa Inggris adalah ucapan orang lain yang mengatakan “sok inggris” pada kita. Padahal nyatanya niat kita adalah hanya untuk belajar dan mempraktekkan.
Tak jarang, karena ucapan tersebut justru kita ragu untuk berbicara bahasa Inggris dan progres belajar kita mandek. Padahal nyatanya keterampilan berbicara selalu erat kaitannya dengan latihan dan praktek. Semakin banyak kita mengaplikasikan bahasa, semakin baik juga keterampilan kita.
Berusahalah sebisa mungkin untuk mengabaikan ucapan-ucapan tersebut dan fokus pada tujuanmu. Ingatlah bahwa yang akan merasakan manfaat dari mempelajari sesuatu adalah dirimu sendiri, bukan orang lain.
3. Menganggap Memiliki Teman dalam Belajar Speaking English adalah Keharusan
![]() |
ilustrasi frustasi (pexels.com/Vitaly Gariev) |
Kamu tidak punya teman bicara bahasa inggris? Eits, jangan buru-buru beranggapan bahwa kamu pasti tidak akan pernah mampu berbicara bahasa Inggris! Kamu tetap bisa melatih speaking English-mu secara mandiri.
Cobalah bercermin pada kaca, ucapkan beberapa ekspresi atau expression untuk mengungkapkan sesuatu misalnya ketika meminta tolong, menanyakan pendapat, dan sebagainya. Latihlah dirimu sesuai dengan apa yang ingin kamu kuasai.
Selain itu, kamu bisa meminta bantuan Artificial Intelligence (AI) untuk membuat daftar pertanyaan terkait suatu topik dan kamu bisa menjawabnya secara mandiri. Kamu juga bisa merekam suaramu melalui smartphone agar kamu bisa tahu bagaimana pengucapanmu dan apa yang perlu ditingkatkan.
Latihan secara otodidak ini bisa kamu lakukan di awal untuk mengetahui apakah kamu bisa merasa cocok belajar secara mandiri. Kalau dirasa tetap membutuhkan teman atau bantuan, kamu bisa mempertimbangkan untuk pergi ke bimbel atau menemukan teman yang satu tujuan denganmu untuk bisa berbicara bahasa Inggris.
Pada intinya, meski latihan bersama orang lain seperti tutor atau temanmu yang lebih jago speaking English akan sangat membantumu, tapi ketika kamu tak mempunyai satupun orang untuk diajak berbicara, maka melatih diri secara otodidak tidak ada salahnya. Kamu tetap bisa berkembang asal menemukan cara yang sesuai dengan dirimu sendiri.
4. Tidak Memberikan Paparan Bahasa Inggris pada Diri Sendiri
![]() |
ilustrasi listening English (pexels.com/Andrea Piacquadio) |
Sulit dibayangkan jika kamu berharap bisa berbicara bahasa Inggris tapi justru enggan atau menghindari sesuatu yang berbahasa inggris. Padahal nyatanya, konten atau sesuatu yang berbahasa Inggris bisa membantumu untuk lebih familiar dengan kosakata atau ungkapan dalam mengungkapkan sesuatu.
Berbicara adalah kemampuan produktif dimana kamu baru bisa menghasilkan ucapan ketika kamu memiliki input sebelumnya. Ada baiknya ketika kamu belajar speaking, kamu juga memperbanyak mendengar atau listening.
Hal ini karena keterampilan berbicara dan mendengar saling berkaitan. Kamu bisa belajar melalui podcast maupun video yang penuturnya menggunakan bahasa Inggris.
5. Kurang Latihan Secara Rutin
![]() |
ilustrasi latihan secara rutin (pexels.com/Gustavo Fring) |
Hal terakhir yang harus ditekankan adalah konsistensi. Konsisten selalu menjadi penentu keberhasilan di banyak hal, termasuk di speaking English.
Keterampilan berbicara bahasa Inggris bukanlah keterampilan yang mana kamu bisa mahir dalam satu malam. Berbicara dalam bahasa Inggris adalah keterampilan yang dalam menguasainya memerlukan waktu.
Pastikan kamu memiliki jadwal dan waktu yang rutin untuk berlatih sehingga kamu bisa lebih improve dalam berbicara dan lebih percaya diri. Percayalah semakin banyak berlatih secara konsisten, kemampuanmu dalam berbicara bahasa Inggris akan semakin baik.
Itulah seputar hal-hal yang tidak seharusnya kamu lakukan selama belajar berbicara bahasa Inggris. Tentu dalam proses tersebut kamu akan memerlukan waktu, tapi yakinlah bahwa itu akan sepadan dengan hasil yang kamu dapatkan selama kamu juga konsisten melakukannya.
Pada akhirnya tak ada pelajaran yang sia-sia. Mantapkan niatmu dalam belajar dan jangan biarkan orang lain mengganggu prosesmu. Semangat dan selamat belajar! Kamu pasti bisa!
Tentang Penulis
Ahmada Rahmadhani, seorang perempuan kelahiran Sidoarjo yang tertarik dalam dunia kepenulisan. Menulis baginya adalah salah satu ekspresi jiwa yang mampu mengurai pikiran yang penuh. Menulis, pendidikan, dan bahasa Inggris adalah beberapa hal yang berusaha ia tekuni akhir-akhir ini. Ia dapat dihubungi melalui emailnya, ahmadarahmadhani@gmail.com