[PUISI] Berkah Ramadan - Karya Desinta Mega
Berkah Ramadan
Oleh: Desinta Mega
Purnama di Langit Ramadan
Bulan menggantung di puncak malam,
Menyiram lara dalam diam.
Tubuh berpuasa, jiwa bertafakur:
Rindu dan dosa menguap diukur.
Langit menulis ayat-ayat fajar,
Sahur mengalun seperti nazar.
Bulan purnama pun tersipu malu,
Sembunyi di balik awan biru.
Ramadan mengetuk pintu kalbu,
Mengajar diri untuk tak lagi lalai.
Di antara purnama dan pelita doa,
Kita adalah hamba yang terus belajar.
Doa di antara Bintang-bintang
Bintang-bintang pecah jadi serpih doa,
Sahur membangunkan jiwa yang terlena.
Nasi hangat, kurma, dan secangkir teh:
Kata-kata-Nya mengalun di setiap hela.
Fajar menangis di ujung cakrawala,
Suara azan merobek kelam yang gulita.
Kami duduk, tangan terkatup rapat:
Ya Rabb, terangi jalan yang berdebu ini
Di langit, bintang jadi saksi bisu,
Doa-doa kami tumbuh bagai pucuk ilalang.
Di bumi, sahur adalah janji abadi
Setiap bangun adalah kesempatan mengubah salah.
Tadarus di Bawah Lentera Waktu
Lentera waktu berdetak pelan,
Kata-kata Tuhan mengalun dari mulut ke mulut.
Setiap ayat adalah cermin yang retak.
Kami duduk melingkar,
Suara kami menyatu seperti sungai.
Air mata jatuh di antara huruf-huruf itu.
Malam panjang menjadi pendek,
Hati yang kering merekah jadi taman.
Alif Lam Mim... terdengar seperti lagu.
Ramadan adalah guru yang sabar,
Mengajari kami membaca diri dalam diam.
Hingga fajar datang, membawa tinta emas.
Berbuka di Pelukan Senja
Senja menyala merah di ufuk,
Meja terhampar: kurma, kolak, dan doa.
Keluarga berkumpul, tangan terkatup syukur.
Adzan maghrib menggema,
Suara itu merobek puasa seharian.
Air putih pertama terasa seperti madu.
Tawa anak-anak mengudara,
Cerita lama diulang lagi.
Kebahagiaan sederhana yang abadi.
Di pelukan senja, kami belajar
Buka puasa bukan sekadar makan,
Tapi merajut kasih dalam hening.
Tentang Penulis
Desinta Mega merupakan seorang pengajar serabutan sekaligus content writer. Saat ini tergabung dalam komunitas Kawan GNFI dan Ufuk Literasi. Beberapa artikelnya telah dimuat di berbagai media daring. Tertarik menulis fiksi karena resah dengan kondisi kanan-kiri.