6 Ide kegiatan Menyenangkan saat Ramadan, makin Produktif!
![]() |
ilustrasi sedang berdoa (pexels.com/Alena Darmel) |
Bulan Ramadhan sebentar lagi? Coba angkat tangan dan hitung, satu, dua, tiga... Wah, tinggal hitungan jari lagi! Nggak terasa, ya? Siapa yang sudah nggak sabar menanti bulan Ramadhan kali ini? Atau mungkin ada momen Ramadhan tahun lalu yang masih membekas di hati?
Selamat! Kamu orang yang beruntung jika merindukan Ramadhan! Kita semua tahu bahwa Ramadhan adalah bulan suci yang kita nantikan setiap tahun. Kita berharap diberi umur panjang agar bisa bertemu bulan Ramadhan di tahun-tahun berikutnya.
Namun, kita tentu nggak mau mengulangi kesalahan yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Bukannya semakin semangat, justru aktivitas jadi berkurang, kurang produktif, dan terasa monoton. Nah, bagi kamu yang merasa bosan atau bingung harus melakukan apa saat berpuasa, coba deh enam tips berikut agar Ramadhan kamu lebih bermakna dan bermanfaat!
1. One Day One Juz
Tips pertama adalah menerapkan sistem “One Day One Juz” dalam membaca Al-Qur’an. Dengan cara ini, kamu bisa mengkhatamkan Al-Qur’an dalam satu bulan. Ramadhan adalah bulan penuh berkah, sehingga membaca dan memahami ayat-ayat Al-Qur’an menjadi lebih penting untuk mendekatkan diri kepada Sang Maha Kuasa.
Metode ini cukup mudah. Satu juz terdiri dari 11 lembar atau 22 halaman. Jika setiap selesai shalat fardhu kamu membaca 2-3 lembar, dalam sebulan kamu bisa mengkhatamkan Al-Qur’an. Selain menambah kedekatan dengan Allah, rutinitas ini mudah dilakukan—kamu hanya perlu membangun niat dan konsistensi dalam membacanya.
2. Mengikuti Kajian Keislaman
Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tapi juga momen untuk memperdalam ilmu agama. Bertukar pikiran dan berbagi kebaikan dengan orang-orang saleh adalah sesuatu yang sangat mulia di mata Allah.
"Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu di antara kamu." (QS. Al-Mujadalah: 11)
Mengikuti kajian memberikan banyak manfaat, seperti menjaga semangat ibadah, mempererat ukhuwah, serta mendapatkan wawasan baru. Kamu bisa mengikuti kajian baik secara offline maupun online, seperti kajian tafsir, fiqih, atau motivasi Islami.
Agar lebih terarah dan konsisten, buatlah jadwal rutin, bergabunglah dengan komunitas aktif, serta catat dan terapkan ilmu yang kamu dapatkan.
3. Bersedekah kepada yang Membutuhkan
Ramadhan adalah bulan yang istimewa karena setiap amal baik dilipatgandakan pahalanya. Oleh karena itu, memperbanyak sedekah di bulan ini ibarat menanam pohon di tanah yang sangat subur.
"Rasulullah SAW adalah orang paling murah hati. Ia semakin murah hati di bulan Ramadhan." (HR. Bukhari & Muslim)
Sedekah tidak selalu berbentuk uang. Kamu juga bisa bersedekah dalam bentuk tenaga, makanan untuk berbuka puasa, atau barang yang bermanfaat. Agar lebih konsisten, coba biasakan menyisihkan uang harian untuk kotak amal, berbagi makanan dengan tetangga, atau ikut program donasi.
4. Membuat Target Bacaan Harian
Banyak yang bilang membaca meningkatkan wawasan. Di era digital, membaca menjadi lebih mudah dengan adanya buku elektronik. Membuat target bacaan harian bisa memberikan dampak positif serta membantu memantau kemajuanmu.
Untuk menentukan target bacaan harian:
- Pilih buku sesuai mood dan waktu, misalnya buku ringan sebelum tidur.
- Tentukan target, misalnya 10-20 halaman per hari.
- Fokus pada bacaan islami seperti tafsir, sejarah nabi, atau kisah sahabat, serta buku self-improvement atau fiksi islami.
- Gunakan format yang sesuai dengan preferensimu, baik buku fisik, e-book, atau audiobook.
- Catat poin-poin penting dari bacaanmu untuk refleksi pribadi.
5. Mempelajari Resep Baru untuk Sahur dan Berbuka
Banyak orang bingung menentukan menu sahur dan berbuka. Kadang, memilih hidangan untuk keesokan harinya pun terasa sulit. Nah, belajar memasak menu baru bisa jadi kegiatan produktif selama Ramadhan!
Coba cari resep praktis dan bergizi, terutama untuk sahur dan takjil berbuka. Eksplorasi makanan sehat seperti olahan kurma, smoothies, atau hidangan lokal dan internasional. Kamu juga bisa mendokumentasikan hasil masakan dan membagikan resepnya agar orang lain bisa mencobanya.
Dan yang paling penting, hasil masakanmu bisa dinikmati bersama keluarga atau dibagikan ke tetangga sebagai bentuk berbagi keberkahan.
6. Menulis Jurnal Harian
Pernahkah kamu menuliskan perasaan dan aktivitasmu dalam jurnal? Menulis jurnal bisa menjadi cara yang efektif untuk merefleksi diri selama Ramadhan. Misalnya, mencatat apa saja yang sudah kamu lakukan dan pencapaian yang telah diraih.
Berikut tips menulis jurnal harian selama Ramadhan:
- Tentukan tujuan: Misalnya, ingin menjadi pribadi yang lebih baik.
- Pilih media yang sesuai: Bisa menggunakan buku jurnal atau aplikasi digital.
- Isi jurnal dengan: Doa dan pengucapan syukur, Pengalaman dan perasaan selama berpuasa, Target harian yang ingin dicapai, Proses dan kemajuan selama Ramadhan, dan diakhiri Doa penutup dan rasa syukur
Menulis jurnal bisa membuat hati lebih lega karena segala yang kita pikirkan dan rasakan telah dituangkan dalam bentuk tulisan.
Masya Allah, sekarang kamu sudah punya gambaran aktivitas produktif di bulan Ramadhan tahun ini, kan? Atau mungkin ada ide lain yang ingin kamu tambahkan? Yuk, diskusikan di kolom komentar!
Semoga Ramadhan tahun ini penuh berkah dan menjadi momen terbaik untuk meningkatkan kualitas ibadah serta produktivitas. Agar makin semangat, yuk kita pantun dulu!
Sepuluh hari lagi menanti Ramadhan,
Hati bersih kini siap beribadah,
Mari kita berlomba dalam kebaikan,
Agar Ramadhan tahun ini penuh berkah.
Terima kasih banyak sudah membaca! Semoga tulisan ini bermanfaat.
***
Tentang Penulis
- Penulis ini memiliki nama pena likewritesomething, ia lahir di kota pempek yang kerap dikenal dengan Palembang. Walaupun ia bukan berasal dari sastra, ia mempunyai hobi menulis dan membaca. Saat ini, ia juga memiliki kumpulan antologi bersama teman teman kepenulisan-nya. Mulai dari penulis terbaik, penulis inspiratif ataupun juga dari keinginannya sendiri.
- Valya Hanindita Agustin atau biasa dipanggil Valya, lahir di Tegal 17 Agustus 2002. Penulis pemula yang mulai aktif menulis cerita bergenre fantasi dan drama. Suka game RPG serta penggemar cerita bertema fantasi dan aksi. Menulis adalah caranya berbagi imajinasi. Bisa kunjungi Instagramnya: @vlyaway.
- Adinda Qur’aini, yang kerap dipanggil Dinda. Mempunyai nama pena Cosmosera ini lahir di Kota Surabaya pada tahun 2007. Ia yakin bahwa relasi pertemanan sekaligus keyakinan pada dirinya dapat membawa menjadi seorang penulis yang bermanfaat bagi para pembacanya. Yuk langsung kepoin saja, guys! Adinda dapat dijumpai di akun instagramnya yaitu @dn.qrn.